Hati July 18, 2008
Posted by mercy04 in Uncategorized.1 comment so far
Konon hiduplah sebuah ‘hati’ (kalau bisa digambarkan sebagai sebongkah daging lembut yang berbentuk apel kalau dilihat dari satu sisi). Dia tinggal ditubuh siapa dan apa saja yang hidup. Si ‘hati’ menempel erat disatu sisi tubuh, dan bersembunyi dibelakang ’sang jantung’, berwarna putih bening, hingga kadang tidak terlihat sedemikian rupa. Sang jantung dan si ‘hati’ hidup akur dan tenang. Masing-masing punya kelebihan sehingga sama-sama disayang oleh pemiliknya. Sang jantung bertugas mengalirkan darah keseluruh tubuh bahkan ke si ‘hati’, untuk kelangsungan hidup pemiliknya. Dan ‘hati’ memberi rasa ke pemiliknya hingga pemiliknya merasa lebih hidup lagi. Dan ada satu kebihan lagi yang dimiliki si’hati’, dia dapat melihat ‘hati’ mahluk lain, bagaikan melihat dari kaca bening.
Si ‘hati’ suka berganti-ganti warna, kadang berwarna ‘pink’ ketika dia merasa malu, kalau dia marah akan berubah jadi warna ‘orange’, dan pada saat dia sedih menjadi warna kuning pucat, tapi ketika dia tak tahu apa mau sedih, marah atau malu, warna ‘purple’ akan timbul. Dan dalam kondisi stabil dan riang, putih bening menjadi pilihannya.
Hari ini si ‘hati’ lagi berwarna putih bening. Pemiliknya merasa hangat dan bersemangat untuk melakukan apapun. Sangat banyak hati waktu itu, ada yang berwarna putih bening, ada yang berwarna pink. Sepertinya para pemilik ‘hati’ sedang bermain-main dengan temannya.
Para ‘hati’ saling menyapa, sekedar menyatakan bahwa mereka sungguh ada.
Tiba-tiba si ‘hati’ melihat sesuatu yang sedikit ganjil, ada sebuah ‘hati lain’ yang berwarna aneh. Warna yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Tidak, bukan yang belum pernah dilihat, tapi bukan warna hati yang biasa dia lihat. Itu warna ’sang jantung’, warna merah darah, tapi itu bukan bentuk ’sang jantung’ tapi bentuk hati. Si ‘hati’ diam-diam meperhatikan ‘hati lain’ itu, dan bertanya sendiri, kira-kira si ‘hati lain’ sedang merasa apa. Tiba-tiba si ‘hati lain’ melihat ke arah si ‘hati’, dan tersenyum. Si ‘hati’ berubah warna jadi ‘purple’ dan ingin pergi menjauh, tapi pemiliknya tidak mengijinkannya pergi kemana-mana, dan itu juga mustahil untuk dilakukan.
Waktu terus berlalu, anehnya si ‘hati’ semakin sering melihat si ‘hati lain’, masih tetap berwarna merah darah dan selalu tersenyum. Tanpa si ‘hati’ sadari, dia berubah warna menjadi ‘pink’, dan menyemburkan semangat ke sipemiliknya. Warna ‘pink’ yang aneh. Biasanya kalau si ‘hati’ berwarna pink, pemiliknya akan berlari jauh, menghindari bertemu dengan temannya. Tapi ini berbeda, pemilik si ‘hati’ tidak pergi kemana-mana. Si ‘hati’ mulai tersenyum, dan memandang si’hati lain’.
Secara berlahan tapi pasti si’hati’ berubah warna menjadi warna yang belum pernah dialaminya. Si ‘hati’ merasakan hal yang berbeda dari rasa yang pernah ada sebelumnya. Suasana menjadi lebih cerah dan terang. Ini berbeda dari rasa ketika berwarna putih bening, dan ketika berwarna pink dan purple. ini gabungan dari semua rasa dan warna yang tidak dapat dijelaskan menjadi rasa apa, tapi yang pasti si ‘hati’ sekarang menjadi warna merah, semerah darah.
Si ‘hati lain’ tersenyum dan pemiliknya mendekati pemilik si ‘hati’. Si ‘hati’ bertanya kepada si ‘hati lain’ apa yang terjadi denganya, kenapa dia berubah warna seperti warnanya. Si ‘hati lain’ tersenyum bijak, dan bilang bahwa itu yang dinamakan rasa ‘cinta’. Ketika dua hati merasakan cinta yang sama, mereka akan berubah warna menjadi warna merah darah, dan hanya akan dapat dilihat oleh dua hati tersebut.
Si ‘hati’ bingung, karna dia belum berubah menjadi warna merah darah, ketika bertemu dengan si ‘hati lain’. Tapi kenapa dia bisa melihat warna merah darahnya si ‘hati lain’. Dengan tersenyum kocak si ‘hati lain’ menjawab, itu terjadi karna dia mengijinkan si ‘hati’ untuk melihatnya.
Terjawab sudah misteri si hati berwarna merah darah. Si ‘hati’ dan si ‘hati lain’ saling tersenyum dan tertawa bersama-sama. Tidak ada hari tanpa senyum dan tawa. Kadang kala si’ hati’ atau si’ hati lain’ berubah warna ‘orange’. Tapi itu tidak lama, warna merah daran akan menggantikannya.
Semakin lama si’hati’ memperhatikan si ‘hati lain’, ada titik hitam diantara warna merah darahnya. Semakin lama semakin jelas. Si ‘hati’ bertanya kenapa itu bisa terjadi. Si ‘hati lain’ menjawab dengan malas, itu terjadi ketika ‘hati merah yang lain’ pernah meninggalkannya. Si ‘hati’ masih bingung, tapi dia tidak bertanya lagi.
Suatu hari si ‘hati lain’ tidak tersenyum ke si ‘hati’, demikian juga dengan hari-hari berikutnya. Si ‘hati’ bingung dan bertanya-tanya apa yang sedang dirasakan si ‘hati lain’. Tapi si ‘hati lain’ tidak menjawab dan pergi dengan pemiliknya, selamanya.
Si ‘hati’ merasa sedih dan marah, dan rasa ini sangat dalam, masuk kesetiap jaringan dan sel-selnya. Tapi dia tidak berubah warna, warna merah darah itu tetap ada. Si ‘hati’ berteriak dan menginginkan warnanya kembali, warna putih bening, kuning pucat, orange dan purple. Tapi sekuat apapun dia berusaha merubah rasa, warnanya selalu sama. Si ‘hati’ kembali mencoba sekuat tenaga untuk merubah warnanya sesuai rasa, tapi malah menimbulakan rasa yang lain lagi. Rasa yang belum pernah ada, tapi kekuatannya sama dengan rasa cinta. Tapi yang satu ini sangat tidak mengenakkan, membuat pemiliknya lemah dan tidak bertenaga dan jatuh sakit. Karna itu si ‘hati’ menyebutnya rasa sakit. Rasa itu ternyata sangat jahat, tidak pernah ada rasa lain seperti dia. Rasa sakit itu ‘hidup’, seperti jarum dia menusuk tanpa ampun. Si ‘hati’ terpaku melihat darah menetes pelan tapi pasti dari jaringannya. Dia tidak dapat berbuat apa-apa, karna rasa sakit itu adalah bagian dari dirinya. Semakin lama darh keluar semakin banyak, dan lukanya semakin lebar. Si ‘hati’ tidak dapat mengontrol rasa itu. Hingga jaringannya kehabisan darah, dan berlahan dia berubah warna menjadi hitam. Si ‘hati’ menangis, dia tidak ingin warna itu. Warna aneh lain yang menyelimutinya. Dan warna hitam itu menyelimutinya dalam waktu yang cukup lama. Hingga si ‘hati’ sempat berpikir bahwa dia tidak berubah warna lagi selamanya.
Tiba-tiba ’sang jantung’ menyapanya, menawarkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditawarkan. Itu sudah menjadi tugasnya. Dia menawarkan darahnya. si ‘hati’ bingung dengan sikap ’sang jantung’. Tapi ’sang jantung’ menjelaskan, sejak si ‘hati’ berubah warna menjadi merah darah, dia tidak mau menerima suplai darah dari ’sang jantung’. Si ‘hati’ tersadar bahwa dia telah melakukan kesalahan dan menyakiti hati ’sang jantung’, sadar atau tidak sadar. Dengan rasa malu dia meminta suplai darah kembali dari ’sang jantung’. Aneh bin ajaib, berlahan-lahan ketika darah ’sang jantung’ mengalir ke jaringan si ‘hati’, ada rasa yang timbul yaitu rasa nyaman, rasa menerima dan rasa bahagia. Si ‘hati’ pun berubah warna lagi, menjadi warna merah darah lagi. Tapi ada sebercak warna hitam diantara warna merah itu. ‘Sang jantung’ menjelaskan, bahkan sebelum si ‘hati bertanya, bahwa ketika hati telah mengalami rasa cinta, dan sakit, tidak semua jaringan dapat disembuhkan. Hati akan berwarna merah darah selamanya, dan tidak akan pernah berubah-ubah warna lagi. Dan karena rasa sakit itu begitu jahat, dia akan meninggalkan jejak titik hitam di warna merah itu, tapi dia tidak akan pernah lagi melukai si’hati’.
Si ‘hati’ teringat akan titik hitam yang ada pada si ‘hati lain’. Dan titik hitam yang ditinggalkan si ‘hati lain’ kepadanya lebih besar dibandingkan yang dimiliki si ‘hati lain’.
Kemudian si ‘hati’ bertanya ke ’sang jantung’ kemana dia selama ini, ketika si ‘hati’ merasa sakit, dan membiarkannya sampai menghitam. Dengan bijak ’sang jantung’ berkata : “pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi ketika kamu tidak dapat belajar dari pengalaman hati-hati yang lain, kamu haruslah orang yang ‘hebat’.”
Dicintai tuk disakiti July 14, 2008
Posted by mercy04 in Uncategorized.add a comment
Dicintai tuk disakiti
Hanya air mata dan sesal kurasa
didepan ku kau bercinta
kau ingkari janjimu tuk setia bersamaku
kini kau bunuh hatiku.
Reff: Ku tak ingin dengar ratapanmu
Dan ku takkan lagi menyentuhmu
pergi dan jangan kembali
ku ingin sendiri..
perjalanan panjang cinta kita.. sekejap kau hancurkan selamanya
inikah takdir untukku dicntai tuk disakiti..
Ku tau kau masih sayang
dan menyesali sgalanya
hoow.. sayang maafku tak bisa..
back to reff
Matahariku July 11, 2008
Posted by mercy04 in Uncategorized.1 comment so far
Matahariku
Tertutup Sudah Pintu, Pintu Hatiku
Yang Pernah Dibuka Waktu Hanya Untukmu
Kini Kau Pergi Dari Hidupku
Kuharus Relakanmu Walau Aku Tak Mau
Reff :
Berjuta Warna Pelangi Di Dalam Hati
Sejenak Luluh Bergeming Menjauh Pergi
Tak Ada Lagi Cahaya Suci
Semua Nada Beranjak Aku Terdiam Sepi
Reff 2 :
Dengarlah Matahariku, Suara Tangisanku
Kubersedih Karna Panah Cinta Menusuk Jantungku
Ucapkan Matahariku Puisi Tentang Hidupku
Tentangku Yang Tak Mampu Menaklukkan Waktu
Ngantuk July 10, 2008
Posted by mercy04 in Uncategorized.1 comment so far
Jam12.12 pm, waktunya makan siang. Menu hari ini adalah tahu, ikan asin di balado, dan sayur lodeh. Ga tau karena lapar atau masakannya enak, yang pasti ‘makan siang’ ini terasa nikmat. Makan siang sambil ‘ngobrol’ adalah menu tambahan setiap hari. Perut terasa kenyang membuat perasaan nyaman. Kalau perasaan uda nyaman, tak bisa dihindari, tepat jam 1.27 pm hari ini, ngantuk menyerang. uah…….
Perasaan nyaman ternyata membuat seseorang malas berpikir yang otomatis mengundang kantuk.
Bermacam macam perasaan nyaman yang membuat ngantuk. salah satunya, perasaan nyaman waktu naik angkot, dan duduk dibagian paling ujung yang jarang dilalui penumpang. Itu adalah salah satu moment yang paling tidak, aku suka yang harus kujalani setiap hari. Duduk diujung, angin masuk sepoi sepoi, ngantuk paling ga bisa ditolak. Dengan kepala sedikit tertunduk tunduk, perjalanan terasa menyenangkan. hahahaha

